Archive for the ‘Nasehat Diri’ Category

h1

Shodaqoh Lancarkan Rizki

4 April 2009 - 12:35 am

Ustadz Mansyur sering menasehatkan kita untuk rajin bersedekah kalau ingin rejeki lancar. Tapi dengan syarat kita harus ikhlas. Kemarin saya benar-benar mengalami secara nyata manfaat sedekah.

Semenjak krisis ekonomi global, usaha saya ikut terkena imbasnya. Karena sebagai freelancer kebanyakan klien berasal dari luar negeri, terutama orang amrik. Berhubung di amrik lagi krisis banyak job yang nggak ada. Kebetulan di sekitar rumah ada masjid yang sedang direnovasi. Sayapun berusaha untuk membantu pembangunan tersebut dengan sedikit rejeki yang ada di tabungan. Read the rest of this entry ?

h1

Difabel dan Penerimaan Diri

20 March 2009 - 10:22 am

Kalau orang diberi nikmat dan dia bersyukur itu sudah seharusnya. Tapi lain lagi dengan orang yang dapat musibah dan ia bersyukur. Berarti ia mampu melihat sisi positif dari cobaan yang ia terima.

Demikian pula seorang difabel, ketika ia terlahir ke dunia dengan kondisi yang berbeda dengan orang lain apakah ia mampu menerima kondisinya? memang tidak mudah kalau ia menerima secara langsung keadaanya. Pasti memerlukan sebuah proses. Adapun proses penerimaan seorang difabel biasanya

1. Berontak
Ketika ia sadar dengan kondisinya ia akan berusaha menolak dan berontak dengan kondisi. Itu merupakan reaksi yang wajar, apalagi kalau kondisi sebelumnya ia normal.

2. Pasrah dan Menerima
Ia belajar menerima keadaaan dirinya, karena sekeras apapun ia berontak toh itu sudah terjadi dan takdir.

3. Bersyukur
Pada tahap ini ia bisa melihat sisi positif dari penciptaa dirinya. Ia sangat bersyukur diciptakan difabel dan merasa bahagia dengan keadaannya itu. Kondisi difabel memberikan lahan tambahan bagi dia untuk mendapatkan amal yakni dengan kesabaran dan keikhlasan. Kedifabelan juga tidak lagi menjadi hambatan dalam menjalani hidup.

Wahai teman-teman ku sesama difabel, sudah pada tahap manakah kita dalam menyikapi kondisi kedifabelan kita? apakah kita masih berkutat dengan tahap 1 atau sudahkah pada tahap ke tiga?

h1

Usaha Dan Tawakkal

9 February 2009 - 12:32 pm

Meninggalkan usaha dan hanya bertawakkal kepada Allah adalah sebuah kekeliruan dalam memahami syariat. Berusaha saja tanpa tawakkal kepada Allah adalah kekeliruan dalam memahami tauhid
by Dr. Aidh al Qarni

h1

Perbedaan Orang Optimis dan Pesimis

25 November 2008 - 2:46 am

Menurut Winston Churcil, yang membedakan orang optimis dan pesimis adalah

Orang optimis selalu melihat kesempatan dalam kesempitan
Sedangkan orang pesimis selalu melihat kesempitan dalam kesempatan

h1

No Pain No Gain

12 November 2008 - 1:17 pm

Kita hanya akan memperoleh apa yg kita usahakan
No Pain No Gain.

h1

Misteri Kehidupan

3 November 2008 - 4:04 pm

Hidup itu tidak bisa ditebak. Kadang apa yang sangat kita inginkan tidak bisa kita raih. Malah kita terkadang mendapatkan apa yang “melenceng” dari harapan. Itu semua sudah ditakdirkan. Kita tidak bisa menolaknya. Yakinilah bahwa apa yang kita peroleh saat ini itu yang terbaik bagi kita. Bersyukurlah.

h1

Berbuat Baiklah Setiap Hari

2 October 2008 - 7:02 am

Dikisahkan, ada seorang pemuda berusia menjelang 30 tahun. Namun sayangnya, ia hanya memiliki kemampuan berpikir layaknya anak berumur di bawah 10 tahun. Ibunya dengan penuh kasih memelihara dan mendidik si anak agar kelak bisa hidup mandiri dengan baik, terlebih karena ia merasa anaknya punya kemampuan berpikir yang sangat minim.

Si anak sangat mencintai ibunya. Suatu hari dia berkata, “Ibu, aku sangat senang melihat ibu tertawa, wajah ibu begitu cantik dan bersinar. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat ibu tertawa setiap hari?”
Read the rest of this entry ?

h1

Kaya

13 September 2008 - 4:01 pm

Orang kaya adalah orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang di terimanya. ;)

h1

Yang Berlalu Biarlah Berlalu

30 August 2008 - 4:56 pm

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ’ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ’penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Read the rest of this entry ?

h1

Hidup itu Sementara

15 August 2008 - 9:23 am

Jangan buang waktumu untuk hal-hal yang tidak berguna. Karena hidup itu hanya sementara. LIfe is today, not yesterday or tomorrow. ;)

sebuah nasehat untuk diri sendiri

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.