Difabel dan Penerimaan Diri

Kalau orang diberi nikmat dan dia bersyukur itu sudah seharusnya. Tapi lain lagi dengan orang yang dapat musibah dan ia bersyukur. Berarti ia mampu melihat sisi positif dari cobaan yang ia terima.

Demikian pula seorang difabel, ketika ia terlahir ke dunia dengan kondisi yang berbeda dengan orang lain apakah ia mampu menerima kondisinya? memang tidak mudah kalau ia menerima secara langsung keadaanya. Pasti memerlukan sebuah proses. Adapun proses penerimaan seorang difabel biasanya

1. Berontak
Ketika ia sadar dengan kondisinya ia akan berusaha menolak dan berontak dengan kondisi. Itu merupakan reaksi yang wajar, apalagi kalau kondisi sebelumnya ia normal.

2. Pasrah dan Menerima
Ia belajar menerima keadaaan dirinya, karena sekeras apapun ia berontak toh itu sudah terjadi dan takdir.

3. Bersyukur
Pada tahap ini ia bisa melihat sisi positif dari penciptaa dirinya. Ia sangat bersyukur diciptakan difabel dan merasa bahagia dengan keadaannya itu. Kondisi difabel memberikan lahan tambahan bagi dia untuk mendapatkan amal yakni dengan kesabaran dan keikhlasan. Kedifabelan juga tidak lagi menjadi hambatan dalam menjalani hidup.

Wahai teman-teman ku sesama difabel, sudah pada tahap manakah kita dalam menyikapi kondisi kedifabelan kita? apakah kita masih berkutat dengan tahap 1 atau sudahkah pada tahap ke tiga?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s