Film Animasi UP

Walau film UP udah rilis sejak bulan Juli 2009 (indonesia), tapi baru kemarin dapat DVDnya :mrgreen: maklum hidup di kota kecil nggak bisa nonton di bioskop. Film buatan Pixar ini emang lucu, menarik dan sarat pelajaran hidup yang berharga. Film ini berkisah tentang perjalanan Carl Fredricksen mengejar impiannya, melihat kehidupan liar (the lost world) di America Selatan.

By tying thousands of balloon to his home, 78-year-old Carl Fredricksen sets out to fulfill his lifelong dream to see the wilds of South America. Right after lifting off, however, he learns he isn’t alone on his journey, since Russell, a wilderness explorer 70 years his junior, has inadvertently become a stowaway on the trip

Salah satu pesan moral dari film ini adalah Tidak ada batasan waktu untuk mengejar mimpi. Gak rugi nonton film ini. 😉

Penasaran filmnya seperti apa? cek trailernya di sini http://www.youtube.com/watch?v=USpI6Jzl3No. (maaf nggak bisa di embed)

Advertisements

Nonton Film

Ketika di Surabaya saya punya hobby baru yakni nonton Film. Khususnya film box office. Walau nontonnya hanya di depan komputer, at least bisa bikin fresh pikiran. Daripada bengong nggak jelas 😉

Genre film yang paling saya sukai adalah Humor dan Action. Selain itu saya paling suka film yang alur ceritanya tidak mudah di tebak( tidak seperti sinetron atau film Bollywood). Berhubung sekarang tinggal di kota kecil, susah juga cari film terbaru. Maklum, jauh dari peradaban fasilitas 😉

Otomatis Romantis

Kemarin nonton film otomatis romantis, walau hanya nonton di DVD. Lumayan terhibur dengan akting si Tora Sudiro. Apalagi, ketika adegan si bambang (tora) menawarkan kemampuan menulisnya dan minta diberi kesempatan menulis di majalah wanita kini karena ia merasa sangat berpengalaman, walau pengalaman sebagai reporter majalah pertanian .

Di akhir cerita, dia berhasil mendapatkan kesempatan menulis untuk majalah wanita kini. Dan tahu nggak apa yang dia tulis. Memaksimalkan Peranan Wanita dalam Pemilu, tidak hanya sebagai penyanyi dangdut

Yang kurang OK di fim ini adalah peran si Tukul. Basi banget… dah terlalu sering muncul di Empat Mata. Mau melucu malah tidak lucu sama sekali. Jayus