Penghujung Ramadhan

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, kita sudah di penghujung bulan ramadhan. Apakah kita merasa sedih atau senang? kalau kita merasa sedih berarti kita termasuk orang-orang sholeh yang senantiasa merindukan kemuliaan bulan suci ini. Tapi, kalau kita senang karena sudah tidak perlu puasa lagi, berarti kita harus instropeksi diri!

Difabel dan Penerimaan Diri

Kalau orang diberi nikmat dan dia bersyukur itu sudah seharusnya. Tapi lain lagi dengan orang yang dapat musibah dan ia bersyukur. Berarti ia mampu melihat sisi positif dari cobaan yang ia terima.

Demikian pula seorang difabel, ketika ia terlahir ke dunia dengan kondisi yang berbeda dengan orang lain apakah ia mampu menerima kondisinya? memang tidak mudah kalau ia menerima secara langsung keadaanya. Pasti memerlukan sebuah proses. Adapun proses penerimaan seorang difabel biasanya

1. Berontak
Ketika ia sadar dengan kondisinya ia akan berusaha menolak dan berontak dengan kondisi. Itu merupakan reaksi yang wajar, apalagi kalau kondisi sebelumnya ia normal.

2. Pasrah dan Menerima
Ia belajar menerima keadaaan dirinya, karena sekeras apapun ia berontak toh itu sudah terjadi dan takdir.

3. Bersyukur
Pada tahap ini ia bisa melihat sisi positif dari penciptaa dirinya. Ia sangat bersyukur diciptakan difabel dan merasa bahagia dengan keadaannya itu. Kondisi difabel memberikan lahan tambahan bagi dia untuk mendapatkan amal yakni dengan kesabaran dan keikhlasan. Kedifabelan juga tidak lagi menjadi hambatan dalam menjalani hidup.

Wahai teman-teman ku sesama difabel, sudah pada tahap manakah kita dalam menyikapi kondisi kedifabelan kita? apakah kita masih berkutat dengan tahap 1 atau sudahkah pada tahap ke tiga?

Just Do It

Don’t think too much if you have a plan? because it will never realized. Plan is good but trust me to many plan can overwhelming your mind. Start a task from you most like it. Don’t start with boring task it will kill your spirit (semangat).